The king also took home to Babylon all the utensils, large and small, used in the Temple of God, and the treasures from both the LORD’s Temple and the royal palace. He also took with him all the royal princes. Then his army set fire to the Temple of God, broke down the walls of Jerusalem, burned all the palaces, and completely destroyed everything of value. -2 Chronicles 36:18-19
Kapan dan di mana Bangsa Israel paling merasakan Hadirat Allah nyata?
Waktu Daud mengalahkan Goliat? Waktu Salomo membangun Bait Allah yang megah sampai2 Ratu Syeba berkunjung?
nope..
Tapi waktu mereka lagi di padang gurun.. waktu Allah pimpin Bangsa Israel menuju tanah perjanjian dengan Tiang awan dan Tiang api (Keluaran 13:22) waktu mereka dikejar2 bangsa Mesir dan mentok liat laut (ga bisa ke mana2!!) tapi Allah belah laut Teberau dengan amazingnya biar bangsa Israel bisa lewat... (Keluaran 14) Waktu bangsa Israel lagi di Mara yang airnya pahit sampe ga bisa minum dan Allah ubahkan airnya jadi tawar dan mereka dapat minum (Kel 15:25) Waktu Tuhan kirim manna dan burung puyuh tiap hari.. (Kel 16)
Di situlah Hadirat Allah paling nyata...
well... kalo pertanyaannya dibalik? Kapan Israel benar-benar gak bisa merasakan Hadirat Allah? waktu Israel merasakan Allah "meninggalkan" mereka?
Waktu Israel berpaling dari Allah dan Allah meninggalkan mereka. (Bohwat kali ya)
Penghinaan terbesar untuk Israel adalah waktu Bait Allah diruntuhkah oleh bangsa Babel. (2 Tawarikh 36:18-19) Bait Allah - lambang kehadiran Allah-- runtuh. Dengan jelas bangsa-bangsa lain (yang tahu kalau Israel punya Allah yang super hebat) bisa liat hal itu menunjukan kalau Allah telah 'meninggalkan' Israel. Tembok Yerusalem diruntuhkan, dan mereka yang masih hidup diangkut ke Babel..
Guys, bagaimana dengan kita yang hidup jaman skrg? masihkah kita menempatkan Allah pada tempat yang utama? masihkah Allah bersemayam dalam bait Allah (hidup) kita? Mungkin posisi Allah tertindih dengan hal-hal lain yang kita rasa lebih penting; keluarga, kerjaan, pacar, games, uang..
Jangan sampai Allah 'meninggalkan' hidup kita karena kita 'tidak butuh Allah lagi'
Praise God, Dia adalah Allah yang setia.. yang tidak pernah meninggalkan perbuatan tanganNya.. waktu Israel bertobat, Allah dengan kasih karuniaNya mengulurkan tanganNya..
Pengampunan juga tersedia gak cuma untuk Israel, tapi buat kamu dan saya =) yang sungguh-sungguh mau mengasihi Allah...
Marilah kita terus mengejar hadir-Nya di setiap langkah hidup kita.. Allah itu yang paling utama =)
Kita bersinar menjadi Bait Allah yang kudus di mana orang-orang bisa lihat Allah dari hidup kita
God bless ^^
"... get to know the God of your ancestors. Worship and serve him with your whole heart and with a willing mind. For the LORD sees every heart and understands and knows every plan and thought. If you seek him, you will find him. But if you forsake him, he will reject you forever." -1 chronicles 28:9-
Matius 22:37 “Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu”.
Yohanes 3:30 "Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil."
ermm.. dari kemaren lg tunggu "balon-nya pecah", hari ini beneran pecah :Dyaa.. hari ini gue akan bikin notes ttg sesuatu yg bbrp hari ini makin santer diomongin di kantor gue khususnya di lantei 4. haha.. jadi tergelitik jg untuk dibikin notes soalnya.. lumayan buat kenang-kenangan.. hehe.
.
so, akir2 ini kita semua lg ngomongin ttg PH (Pasangan Hidup--bukan Public Holidei!!)...masalah yang satu ini di mana-mana selalu heboh dan kalo curhat teh ga pernah kehabisan topik gt ya. hahaha.. ada yg lagi ribut, ada yg lagi mesra2nya, ada yg lagi pdkt dll. dan gak memungkiri jg, masalah ini membuat org bisa "gila".
well, gak menghindar jg. sometimes terbersit pikiran ttg PH. Gue selalu inget saat di mana gue falling in love with someone. I think about him day and night. haiz.. sampe kadang2 sebel jg.. kok dia mulu sih yang gue pikirin >_<
but, in the other condition, gue ingat 2 ayat di atas (Matius 22:37, Yohanes 3:30)
bukannya mengasihi God itu adalah perintah yg pertama dan utama ya? but sometimes (sadar atau tidak), God itu bukan menjadi yang terutama dalam idup gue.. dimulai dari hati dan pikiran gue yg terpecah.. gue lebih memikirkan ttg "apa kata dia" daripada "apa kata DIA"kemudian mulai deh uang dan waktu gue lebih byk untuk "si dia" daripada untuk Allah-yang seharusnya Empunya otoritas tertinggi dalam hidup gue. "si dia" mulai menjadi makin besar dan Allah makin kecil dalam idup gue.
yaaa... gue yakin bukan cm gue yg mengalami hal di atas =p huehehe.. (amin sodara??? hahahaha)tp dengan segala kerendahan hati gue mau mengingatkan sesuatu..kalau hari ini kita tempatkan Allah di posisi yg kedua, lets repent.. God ga suka itu.. Dia Allah yg cemburu (Keluaran 20:5). yeah.. emang susah >_< gue jg mengalaminyaa.. tp selalu ada kekuatan dari Allah buat orang yg bergantung sepenuhnya padaNya kan? (Filipi 4:13)then.. ttg yoh 3:30 di atas.. gue sih punya prinsip.. baik gue ataupun PH gue harus membuat Yesus lebih besar. bukannya tambah lama cuma tambah cinta gue, tapi tambah lama tambah cinta Yesus, dan gue harus memastikan kalo gue adalah salah satu faktor pendukung untuk "dia" tambah mengasihi Yesus.(Yohanes 3:30 "IA harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.") maka dari itu jg, kudunya setiap hal yg kita lakukan dan obrolin harusnya berorientasi thdp Yesus kan? huehehe..
yah teman temin, that's a great thing that God created love. salah satunya biar kita tahu seberapa cinta matinya God sama kita (Yohanes 3:16)... tp kadang kita lupa akan hal itu.. yg kita cinta matiin justru orang lain dan bukannya Allah =)
let's start to love our GOD more and more.. so kita bisa mengasihi PH kita bukan dengan sekedar kasih kita, tapi dengan kasih Allah yg everlasting =)
god bless!!
Do you see any truly competent workers? They will serve kings rather than
ordinary people. --Proverbs 22:29--
ola.. I'm back setelah sekian lama ga nulis.. huehe..
TUHAN, kadang kami berpikir kalau kami begitu tidak berharga… kami menjadi takut dengan setiap hal yang kami kerjakan tidak berarti sama sekali. Tapi, kami bersyukur karena setiap tangisan kami adalah permata di mataMu.
Dan untuk setiap pintu yang tertutup—seolah-olah tak ada satupun pintu terbuka, kami bawa dengan segala kerendahan hati di dalam doa kami.
Dan jika kami hanya tinggal memiliki nafas semata, artinya nafas kami akan kami persembahkan juga untuk Engkau, untuk Kau buat menjadi keajaiban. Yang Kau perlukan hanya, “Amin” kami
-------------
TUHAN, seringkali kami merasa kami berputar-putar di 'padang gurun'. kami hilang arah..
mohon tuntunanMu atas hidup kami dan kami akan belajar taat.. berjalan ke manapun Engkau mau-bukan kami mau..
Kami tidak minta ada mujizat di setiap hidup kami.. karena kami tahu, kehadiranMu lebih dari cukup untuk hidup kami. kami akan berjalan dengan tiang awan dan tiang api yang telah Engkau sediakan..
Kalau satu hari nanti Tuhan ijinkan kami masuk ke dalam tanah perjanjian, kami bersyukur karena itu hal yang luar biasa!! dan tentu kami tidak akan melupakan Engkau
tapi..
Kalau Engkau meminta kami tetap berputar-putar di padang gurun, kami akan tetap taat. hanya mohon kekuatan. dan kami akan tetap memuliakan Engkau
------------
TUHAN, kalau hari ini 'kepala' kami lebih besar daripada 'hati' kami, mohon TUHAN tundukkan. terkadang kami mencuri kemuliaanMu dengan sengaja! haha.. terkadang kami tahu itu dengan pasti, tapi jalan kami tetap serong.. maaf...
Kalau Engkau pakai kami dan Engkau makin besar, kami harus makin kecil..
Kalau Engkau dipermuliakan, kami harus makin tidak kelihatan..
Kalau Engkau pakai kami agar semua lidah mengaku kalau Engkau adalah Allah,
biarkan kami tersenyum dengan bangga --sambil berdiri di urutan paling belakang-- memiliki Engkau
Mohon pertolonganMu untuk menjagai hati kami... karena kami tidak mampu sendiri..
terima kasih (selalu) untuk remah-remah kasih karunia
-----------
xoxo,
the sinners
Swing out! Swing back!
My life … My yoyo-ness…
Swing out! Swing back!
The mood swings like yoyo
Swing out! Swing back!
It’s not the matter how frequently it is
Swing out! Swing back!
It’s the matter how fast it bounced back
Swing out and swing back again
I start to take pride and pity-party
Swing out my pity-party!!
I think I’m in the worst situation
Swing out and swing back again
Bitterness... resentment
Swing back!!
I must recognize Who I am serving
Swing out! Swing back!
Run away as far as I can
Swing out! Swing back!
Fear is not the problem,
Responding the fear is a problem
Swing back!
Let YOU meets my physical things
Swing back!
Let me know YOU are in control and active
Swing back!
Let me pour out my emotions over to YOU
Swing back!
Let YOU give assurances to the helpless-me
Swing back!
I won’t give up! I love YOU ^^
insight: 1 Kings 18-19
haizzz... cappeeee... cape cari kerjaaannn.. cape ngerepotin orang rumah yang gue tinggali saat ini... cappppppppppppeeeeeeeeeeeee!!!!! aaaaaarrrrggghhh!!
cape berharap. can see nothing. huuuuuhuu..
pulang indo kah? pulang indo kah?????!!!! hix T_T
kenapa begitu bingung harus melangkah ke mana????? GOD... capeeee... haaahhh...
merasa diombang-ambingkan imannya... masa GOD permalukan gue di depan kedua temen2 gue yang ga percaya Engkau? geeezzzzz...
Seperti biasa Upik Abu pergi ke pasar
Hei, hari ini tidak seperti biasanya,
Upik lihat ada keramaian orang-orang berkerumun
Upik begitu penasaran, jadi Upik liat sebentar...
Ada ribuan orang berkumpul dan mendengarkan Seseorang berbicara
Dia berbicara dengan begitu bijaksana—bahkan anak-anak pun mengerti apa yang Dia katakan… ckckck.. hebat sekali Orang itu
Waktu pun berjalan begitu cepat, hari telah malam
Orang-orang pun mulai kelaparan, tapi tidak ada yang bisa dimakan
Upik lihat kantong belanjaannya, hanya ada sedikit makanan
Lima roti dan dua ikan
Gak ngerti nih Upik harus ngapain dengan lima roti dan dua ikan ini
Ada ribuan orang loh yang harus diberi makan!!
Tapi Upik lihat kepada mata Orang itu – ya Jesus namanya
MataNya bersinar… dan ada kasih karunia di senyumanNya
Upik pun mulai menangis—dan seperti seorang anak yang percaya Upik akhirnya berbicara,
“Yesus… ambil lima roti dan dua ikan-ku…
Lakukan apapun yang Kau inginkan.
Ya… ambil semua ketakutanku
Semua kebimbanganku
Semua keraguanku
Bahkan ambisiku…
Kau bisa ambil dan pakai ini semua untuk memberkati mereka.”
Kadang saya berpikir waktu saya begitu gak berharga… saya menjadi takut dengan setiap hal yang saya kerjakan tidak berarti sama sekali. Tapi, saya bersyukur karena setiap tangisan saya adalah permata di mataNya.
Dan untuk setiap pintu yang tertutup—seolah-olah tak ada satupun pintu terbuka, saya bawa di dalam doa saya.
Dan jika saya hanya tinggal memiliki nafas semata, artinya nafas saya akan saya persembahkan juga untuk Engkau, untuk Kau buat menjadi keajaiban. Yang Kau perlukan hanya, “Amin”-ku
xoxo,
Upik Abu
“…dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau, dan aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ibrani 13:5-6
Ada satu film di RCTI yang membuat saya cukup tertarik. Sebuah reality show berjudul Tukar Nasib. Pernah nonton? Reality show ini menceritakan tentang 2 orang (atau keluarga) dengan kondisi perekonomian yang berbeda. Mereka harus bertukar nasib (rumah, tempat kerja bahkan pekerjaan) selama 3 hari 2 malam.
Yang menarik di sini, kedua belah pihak berkata kalau mereka bosan dengan rutinitas mereka. Satu hari, saya menonton seorang dokter gigi yang bertukar nasib dengan pegawai tambak. Pada awalnya mereka ditawari oleh tim tukar nasib, mereka sangat antusias!! Setelah bertukar nasib, mereka akhirnya menyadari kalau jadi “orang lain yang kelihatannya bakal lebih menyenangkan” itu tidak semenyenangkan yang mereka pikirkan. Bayangkan saja, dokter gigi yang biasanya bekerja begitu higienis tiba2 harus turun ke tambak yang kotor. Atau sebaliknya, pekerja tambak menjadi seorang dokter gigi. Semua pasien pun kabur! HAHAHAHA!
Pernah dengar pepatah “rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau daripada rumput di taman sendiri”? Manusia kadang tidak bersyukur dengan apa yang mereka miliki. Tidak pernah merasa cukup!
Bagaimana kita bisa belajar untuk merasa cukup (content)?
1. berusahalah hidup sederhana tanpa menginginkan segala hal
2. belajar memberi (daripada itung-itungan)
3. bersyukur dengan apa yang kamu miliki
Kita akan benar-benar merasa cukup waktu kita menyadari bahwa kasih karunia Allah melebihi hidup kita. Bahwa kasih karunia Allah lebih dari cukup untuk hidup kita. Jangan takut kekurangan. Percayalah kepada Allah bahwa Dia akan memelihara kamu sesuai janjiNya.
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 2 Korintus 12:9
Waktu kita ada dalam masa-masa paling sulit di dalam hidup kita. Ingatlah akan kasih karunia Allah. Kalau Dia memberikan hidup-Nya buat kita—menjadi penyelamat kita. Artinya dahulu, sekarang dan selamanya Dia adalah Seorang Penyelamat. Jangan khawatir… Cukuplah dengan “kecukupan” kasih karunia =)





